Rabu, 18 Oktober 2017

Ketua DPRD Sultra Buka UKW di Baubau

id baubau
Ketua DPRD Sultra Buka UKW di Baubau
Pembukaan UKW tahap ke 3 PWI Sultra 2017 yang dipusatkan di Kota Bauabu dibuka ketua DPRD Sultra, H. Abdurrahman Saleh bersama Walikota Baubau, As.Tamrin dan dihadiri ketua Tim Penguji Dr. Usman Yatim, Jumat. (Foto ANTARA/ Azis Senong)
Baubau, Antara - Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, H.Abdurrahman Saleh, membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dipusatkan di Kota Baubau, Jumat.

Dalam sambutannya mengatakan, UKW dalam kelembagaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengamanahkan Kota Baubau sebagai tuan rumah pelaksanaan UKW ke-III tahun 2017 sebagai bentuk penghargaan yang luar biasa.

Politisi PAN Sultra mengamanahkan sejumlah pesan penting khususnya berkaitan tentang komitmen kebangsaan, komitmen tentang kepedulian pada daerah, dan lebih penting komitmen dan pengabdian kepada kemaslahatan masyarakat.

Sebagai pimpinan DPRD Sultra berharap marwah kewartawanan ini harus dikembalikan sebagaimana hakikatnya sebagai salah satu pilar demokrasi dalam bernegara.

"Pers harus survive, objektif dan bertanggungjawab dengan pemberitaannya, dan jadilah seorang yang profesional, karena profesional itu kita dihargai. Pelihara komitmen dan kualitas itu," pesannya sembari membuka secara resmi UKW.

Acara yang dihadiri Walikota Baubau, Dr. AS Tamrin, MH, dan tim penguji UKW-PWI Pusat Dr. Usman Yatim, Ketua PWI Sultra, Sarjono dan sejumlah wartawan senior, kalangan praktisi hukum dan elite politik di Baubau, serta beberapa pimpinan SKPD di kota ini.

Ketua PWI Sultra, Sarjono menyampaikan keberadaan keanggotaan PWI yang sudah menyebar di berbagai media massa, sehingga mereka dituntut untuk bertanggungjawab sesuai tupoksinya sebagaimana diamanahkan dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menurutnya sangat lex spesialis karena satu-satunya undang-undang yang tidak didampingi peraturan pemerintah.

"Jadi kalau ada wartawan yang merasa dihalang-halangi itu kredibilitas kewartawanannya. Di sini pentingnya UKW yang mengarahkan mereka menjadi seseorang yang profesional, dan bertanggunjawab atas pilihan hidupnya sebagai wartawan," tegas Sarjono yang juga wartawan Antara.

Ketua tim penguji UKW-PWI Pusat, Dr Usman Yatim mengapresiasi keterlibatan pemerintah-masyarakat dan pers sebagai sebuah interaksi untuk membangun daerah, apalagi Buton ingin menjadi provinsi.

"Pers harus terlibat dalam setiap proses pembangunan, karena kualitas wartawan harus diwujudkan, tentu melalui kompetensi tertentu," ujarnya.

Wali Kota Baubau, AS. Tamrin, dalam sambutannya berharap UKW sebagai pembeda mana yang berkualitas dan tidak. "Kami sangat mengapresiasi UKW ini, karena produk uji kompetensi ini mampu melahirkan wartawan-wartawan yang teruji dan profesional sesuai dengan kode etiknya sehingga mampu berperan aktif dalam setiap pembangunan di daerah," tandas mantan Kakanwil Badan Pertanahan Prov. Jambi ini.

Hal lain katanya bertalian dengan pemekaran provinsi berharap partisipasi wartawan dan medianya, sebab ini bertalian dengan peningkatan kemaslahatan masyarakat banyak.

"Intinya siapapun kita, sesuai profesi kita, mari kita bekerja sama membantu kemajuan daerah, karena saya amat bersyukur Baubau menjadi tuan rumah pelaksanaan UKW-PWI, dan semoga berjalan sukses tanpa hambatan," tandas walikota.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga