Senin, 23 Oktober 2017

Muna Tertinggi Kasus Rubella Selama 2017

id campak1
Muna Tertinggi Kasus Rubella Selama 2017
Poster kampanye imunisasi Measles dan Rubela (MR) yang akan dlaksanakan pada bulan Agustus 2017. (istimewa)
Kendari, Antara Sultra - Kasus rubella, yang sering menginfeksi anak, dewasa dan juga menyerang wanita hamil pada trisemester pertama (tiga bulan pertama kehamilan) tertinggi terjadi di wilayah Kabupaten Muna, Proviunsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Data yang dihimpun Antara pada Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Rabu mencatat, selama Januari hingga Juli 2017 kasus rubella di Kabupaten Muna terjadi lima kasus kejadian, menyusul Kota Kendari sebanyak tiga kasus dan dua kasus campak (measles), sedangkan di lima belas kabupaten dan satu kota lainnya di Sultra, belum ditemukan.

Kadis Kesehatan Sultra, dr Asrum Tombili mengatakan, kasus campak (measles) dan rubella yang merupakan penyaki yang sangat mudah menular dan disebabkan virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (sakit mata), akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, menigitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

"Kasus tersebut, tidak termasuk dengan kasus Kejadian Luar Niasa (KLB) campak yang pernah terjadi di Kabaupaten Muna 2016 sebesar 364 kasus campak di Konawe Selatan 11 kasus campak di tahun 2015 dan 12 kasus di kabupaten Bombana dan 5 kasus di kabupaten Kolaka," ujaranya.

Menurut Asrum. kasus rubella pada 2017 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandain dengan dua tahun sebelumnya (2015 dan 2016) yang hanya terjadi masing-masing satu kasus di kabupaten Kolaka dan Kota Baubau yang terjadi di tahun 2016.

"Pada 2015, tidak ada kasus rubella, kecuali kasus campak tertinggi di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka yang masing-masing 11 kasus di Kolaka dan 17 kasus di Kota Kendari selama dua tahun terakhir," ujarnya.

Lebih lanjut Asrum mengatakan, infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abourtus (kegugura-red), kematian janin, atau Sindrom Rubella Konganital pada bayi yang dilahirkan.

Di Indonesia, rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data survailans selama lima tahun terakhir menujukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia kurang dari 15 tahun ke bawah.

Untuk itu, lanjut Asrum, manfaat pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) sebagai pengganti vaksin Campak pada kegiatan imunisasi rutin dengan sasaran kepada seluruh bayi usia dari 9 bulan hingga anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga