Jumat, 23 Juni 2017

PWI Sultra Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan

id kekerasan
PWI Sultra Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan
Ketua PWI Sultra yang juga Pewarta LKBN Antara Sultra, Sarjono. (Foto ANTARA/ Azis Senong)
Kendari (Antara Sultra) - Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara mengecam keras dan bahkan mengutuk tindak kekerasan dan brutal oknum anggota Kepolisian RI dari Satuan Brimob terhadap wartawan LKBN Antara Ricky Prayoga saat menjalankan tugas kewartawanan.

Ketua PWI Sultra, Sarjono di Kendari, Senin menyatakan tindak kekerasan oknum aparat kepolisian itu sangat jauh dari fungsi utama sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, serta penegak hukum yang profesional.

"Negara kita negara hukum berdasarkan Pancasila yang tidak membolehkan main hakim sendiri. Lebih ironis pelakunya dari institusi penegak hukum," kata Sarjono.

Ia menyarankan pimpinan Polri mengevaluasi konsep pendidikan dan pelatihan yang "nota bene" untuk mengukuhkan karakter atau kepribadian anggota Bhayangkara ideal.

"Bisa dibayangkan jika setiap orang harus berujung saling aniaya hanya karena saling tatap dan saling tegur sapa. Salah persepsi tidak bisa selesai dengan arogansi dan kesewenang-wenangan melainkan dengan tabayun," ujar pewarta LKBN Antara Biro Sultra.

Oleh karena itu, ia mengimbau pimpinan Polri sebagai penanggungjawab institusi menyikapi serius sebagai proses pembelajaran agar tidak terjadi pada orang lain dan tidak terulang di masa mendatang.

Sejumlah anggota pasukan elit Kepolisian berada di Jakarta Convention Center (JCC) untuk mengamankan jalannya turnamen bulutangkis Indonesia Open 2017.

Dugaan penganiayaan terhadap pewarta Yoga terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika Ricky Yoga datang di satu ATM di JCC, seorang anggota Brimob bernama Adam mendekati dan memandangnya.

"Saya mengira ada yang salah dengan saya, lalu saya tanya ke petugas itu apa ada yang salah dengan saya," kata Yoga.

Ditanya seperti itu petugas malah marah-marah dan bilang "Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat, pukimai kau," kata Adam seperti dikutip Yoga.

"Setelah itu Adam dan tiga orang rekannya berusaha mengamankan saya seperti saya seorang maling, saya sempat difiting dan akan banting. Karena kejadian itu dekat dengan media center, saya berusaha menuju kesana meski masih dipegang," kata Yoga.

Peristiwa kekerasan ini pun terekam video, termasuk terdengar suara-suara keras dari oknum petugas Brimob itu.

Situasi mulai tenang setelah ada seorang anggota Brimob senior yang datang dan berusaha memediasi.

Korban mengaku merasa terpukul dengan kejadian tersebut, apalagi oknum Brimob itu sempat mengacungkan senjata laras panjang ke arahnya.

Bahkan, salah satu anggota Brimob, kata Yoga, juga sempat menantangnya berkelahi dan mengeluarkan kata-kata yang bernada intimidasi.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga