Jumat, 23 Juni 2017

Pemerintah Pusat Diminta Terbangkan Garuda Ke Wakatobi

id wakatobi
Pemerintah Pusat Diminta Terbangkan Garuda Ke Wakatobi
Ilustrasi. (Foto ANTARA)
Kendari (Antara Sultra) - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, meminta pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata untuk mendaratkan pesawat Garuda Indonesia di kabupaten tersebut.

"Pemkab Wakatobi tidak sanggup membayar subsidi sebesar Rp1 miliar per bulan seperti yang diminta maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk mendaratkan pesawat Garuda di Wakatobi yang mengangkut penumpang dari Bali," kata Kepala Bidang Protokoler, Komunikasi Publik dan Kerjasama Sekretariat Pemerintah Kabupaten Wakatobi, La Ode Ifi melalui telepon dari Wakatobi, Sabtu.

Oleh karena itu kata dia, Pemkab Wakatobi meminta dukungan dari pihak Pemerintah Pusat untuk menanggung subsidi minimal sebesar 50 persen dari yang diminta pihak maskapai penerbangan Garuda Indonesia senilai Rp1 miliar per bulan.

Sebab kondisi keuangan Pemkab Wakatobi tidak memungkinkan menanggung subsidi yang diminta maskapai Garuda senilai Rp1 miliar tersebut.

"Keuangan daerah Wakatobi, tidak sanggup memberikan subsidi kepada maskapai Garuda Indonesia sebesar Rp1 miliar per bulan sebagaimana yang diminta pihak Garuda Indonesia," katanya.

Menurut dia pembukaan rute penerbangan Bali-Wakatobi dan Wakatobi Toraja oleh Garuda Indonesia disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat berkunjung di Wakatobi awal Maret 2017.

Saat itu kata dia, Menteri Perhubungan menjanjikan kepada masyarakat Wakatobi bahwa dalam waktu dekat, Garuda Indonesia akan membuka rute penerbangan Bali-Wakatobi dan Wakatobi-Toraja.

"Pembukaan rute Bali-Wakatobi dan Wakatobi Toraja akan memberi dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat Wakatobi," katanya.

Selain bisa mendorong perkembangan industri pariwisata dan membuka lapangan kerja, pembukaan rute tersebut juga akan memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat Wakatobi.

"Masyarakat Wakatobi bisa membuka usaha biro perjalanan wisata, usaha travel atau usaha angkutan cargo pesawat," katanya.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga