Jumat, 23 Juni 2017

Istri Gubernur Sultra Daftar Cagub di PDIP

id desk-tina
Istri Gubernur Sultra Daftar Cagub di PDIP
Anggota Tim Deks Pulkada PDI Perjuangan Sultra, Hasan Basri (kanan) menyaksikan penyerahan formulir pendaftaran cagub Ny Hj Tina Nur Alam di kantor DPD PDI Perjuangan Sultra di Kendari, Jumat (9/6). (foto Antara/Agus)
Kendari, Antara Sultra - Istri Gubernur Sulawesi Tenggara, Ny Hj Tina Nur Alam, mendaftar jadi calon Gubernur Sultra di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

"Tina Nur Alam didaftarkan oleh Sudirman selaku tim suksesnya pada Jumat siang," kata anggota Tim Desk Pilkada PDI Perjuangan Sultra Hasan Basri di Kendari.

Tina Nur Alam, saat ini masih menjadi anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sultra dari Partai Amanat Nasional.

Menurut Hasan, sejak pendafdataran dibuka pada 1 Juni sampai dengan 9 Juni 2017, sudah dua belas kandidat yang mendaftar di PDI Perjuangan.

Keduabelas kandidat tersebut kata dia, terdiri dari sepuluh kandidat calon gubernur dan dua kandidat calon wakil gubernur.

"Sepuluh kandidat calon gubernur masing-masing Rusda Mahmud, Ridwan, Supomo, Lukman Abunawas, Ali Mazi, Rusman Emba, Amirul Tamim, Abdul Rahman Farisi, Masihu Kamaluddin dan Tina Nur Alam," katanya.

Sementara dua kandidat calon wakil gubernur yakni, Syafei Kahar (mantan bupati Bupati Buton dua periode) dan Jafari Bittikaka (Ketua DPD Partai Perindo Sultra).

Menurut Hasan, Pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur Sultra yang dimulai 1 Juni 2017, akan ditutup pada 20 Juni 2017.

Panitia pendaftaran memberikan kesempatan kepada para calon untuk melengkapi dan mengembalikan berkas pendaftaran mulai 21-27 Juni 2017.

"Setelah para kandidat calon gubernur dan wakil gubernur tersebut melengkapi berkas pendafataran, panitia seleksi akan melakukan penyaringan yang memilih dua sampai tiga nama calon gubernur/wakil gubernur untuk diusulkan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan," katanya.

Siapapun yang kelak direkomendasikan oleh partai, kata dia, harus dihormati oleh pihak terutama kader-kader PDI Perjuangan.

"PDI-P memang memprioritaskan kader internal, namun, jika kader sendiri tidak lebih baik dari figur di luar partai, maka DPP partai sangat mungkin mendukung kandidat di luar partai," katanya.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga